[BP2M/Amilia]

Menyitir pemberitaan Linikampus.com pada 22 Juni 2019 berjudul Audiensi Akbar: Wakil Rektor Kemahasiswaan Menerima Tuntutan Mahasiswa, Audiensi lanjutan  terkait hasil lima poin tuntutan uang pangkal mahasiswa tidak mencapai kesepakatan. Hal tersebut dikarenakan hanya tiga dari lima poin tuntutan yang disepakati birokrat.

Audiensi yang juga diselenggarakan di ruang Kantil, Auditorium Unnes kembali tidak dihadiri  Rektor Unnes karena berhalangan hadir, sehingga diwakili oleh Wakil Rektor lll bidang kemahasiswaan, staff ahli rektor, dan wakil dekan setiap fakultas.

Pada pemaparan audiensi lanjutan, Selasa 25 Juni 2019, Wakil Rektor Bidang kemahasiswaan, Abdurrahman menyampaikan bahwa dari kelima tuntutan yang telah diajukan, hanya menyepakati pada poin 3, 4, dan 5. Adapun ketiga poin tersebut memberikan opsi 0 (nol) rupiah untuk mahasiswa yang tidak mampu membayar uang pangkal, disediakan opsi isian lain sesuai dengan kemampuan dan kesediaan sumbangan mahasiswa, serta keterlibatan mahasiswa dalam satuan tugas (satgas) penerimaan mahasiswa jalur umum.

Baca Juga : Wisuda Periode II Unnes Alami Perubahan

Pada poin 1 tentang SPI diberlakukan bagi mahasiswa ujian mandiri yang sudah diterima, tidak disepakati oleh pihak birokrasi karena di awal sudah disedikan nominal pada borang pengisian. Demikian juga pada poin 2 terkait penghapusan borang isian SPI dalam sistem, tidak disepakati dengan alasan ujian mandiri sudah mencapai 7000 pendaftar.

Saiful Muhjab, Presiden BEM KM Unnes mengatakan bahwa pihak perwakilan mahasiswa memutuskan audiensi pada 25 Juni 2019 tidak ada kesepakatan. BEM KM selanjutnya akan melakukan forum lanjutan yang dihadiri oleh perwakilan mahasiswa tiap fakultas untuk menemui rektor. Apabila forum lanjutan ternyata masih tidak mencapai hasil, akan dilakukan konsolidasi akbar yang melibatkan semua lembaga.

“Karena audiensi dua kali tidak bertemu dengan rektor, kalau bukan Rabu ini ya dalam satu minggu ini, kita akan mengadakan forum lanjutan. Apabila forum lanjutan tersebut masih belum mendapatkan hasil atas lima poin tuntutan, maka kami akan mengadakan konsolidasi akbar,” ujar Saiful.

Saiful menambahkan bahwa konsolidasi akbar dilakukan untuk mengangkat isu mengenai uang pangkal ke permukaan secara masif di masyarakat. Selain itu, konsolidasi akbar juga sebagai bentuk membangkitkan semangat mahasiswa untuk berjuang dan sebagai bentuk tanggapan perwakilan mahasiswa karena pihak birokrasi yang ingkar pada tuntutan mahasiswa.

Reporter : Rona Ayu Meivia, M. Adam Khatamy, dan Nurul Izha Ramadani

Editor     : Afsana Noor M. Z.