Advertorial
Kabar Kilas

Penugasan PKKMB Unnes: Angkat Isu Kekerasan Seksual

Ilustrasi penugasan social campaign tema ‘kekerasan seksual’ [BP2M/Feby Nur Anggraini]

Program Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Semarang (Unnes) 2022 sempat menjadi trending topik di Twitter dengan tagar #PKKMBUNNES2022 dan #kekerasanseksual. Viralnya penugasan “Social Campaign” dengan mengangkat tema “Kekerasan Seksual” tersebut mendapat respons yang baik di kalangan warga Twitter pada Rabu (10/8).

Koordinator Sie. Acara PKKMB Unnes, Legenda Gantar Negara,  mengungkapkan bahwa penugasan PKKMB tahun ini dilatarbelakangi oleh beberapa permasalahan yang ada di Indonesia, terutama beberapa isu yang sedang ramai diperbincangkan.

Kami (panitia PKKMB) menyajikan konsep penugasan yang berbeda dengan tahun lalu. Sebenarnya kami tidak hanya mengangkat isu terkait kekerasan seksual (KS) dan kesehatan mental (KM) saja, namun juga terkait isu lingkungan. Jadi, ada tiga isu yang menjadi nilai dasar dari penugasan tersebut,” ungkapnya.

Selanjutnya, Gantar juga menyebutkan terkait isu Kekerasan Seksual, di Unnes sendiri KS sudah termuat dalam Peraturan Rektor Unnes, “Kami ingin membantu mengawal isu kekerasan seksual, terutama untuk para mahasiswa baru agar mereka paham terkait isu ini. Agar dapat menjadikan Unnes sebagai sebuah ruang nyaman dan aman bagi seluruh civitas akademiknya, serta tidak ada lagi tindakan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus,” ujarnya, saat dihubungi melalui Direct Message (DM) Instagram (14/8). 

Adapun diberikannya penugasan terkait Kesehatan Mental dan Lingkungan bertujuan agar para mahasiswa baru juga dapat lebih peduli atas kedua isu tersebut. Mengingat kesehatan mental merupakan hal yang juga sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Adanya penugasan lingkungan ini juga diangkat karena Indonesia masih darurat sampah yang masih perlu diperhatikan lagi. 

Wildan Muslim Al Mizan, mahasiswa baru Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, mengatakan bahwa penugasan PKKMB 2022 tidak terlalu memberatkan. Namun, ia sempat mengalami kendala saat mengerjakan salah satu penugasan yang ada.

“Saat sedang siaran langsung sharing mental health bersama dengan rekan yang lain, Instagram saya sempat eror, komentarnya tidak muncul. Bahkan sampai keluar sendiri. Jadinya saya tidak bisa share rekamannya ke publik. Beruntungnya masih bisa diunduh dari postingan rekan saya, alhasil saya mengunggah kembali rekaman yang ada di postingan dia,” ungkapnya, saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis (11/8). 

Ghisya Sauqina Rasyada, mahasiswa baru Prodi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi juga merasa bahwa penugasan PKKMB Unnes 2022 ini tidak terlalu sulit “Kalau menurut saya, tugas-tugas PKKMB Unnes tidak sulit.  Deadline yang diberikan juga tergolong wajar dan tidak mendadak. Mungkin yang jadi kendala saya itu manajemen waktu saya masih kurang baik,” jelas Ghisya, saat dihubungi melalui WhatsApp, Selasa (16/8)

Gantar juga menjelaskan bahwa penugasan PKKMB Unnes 2022 ini merupakan hasil evaluasi dari penugasan PKKMB pada tahun sebelumnya yang mayoritas berupa ekspresi kreatif mahasiswa baru dalam bidang seni, “Tahun ini kami lebih mengarahkan ke dalam bentuk kampanye yang bertujuan untuk menyebar kebaikan pada khalayak ramai. Namun, tetap tidak membatasi kreativitas mahasiswa baru karena panitia juga memberikan challenge TikTok, tetapi untuk challenge ini tidak bersifat wajib,” tambahnya, saat dihubungi melalui Direct Message (DM) Instagram (14/8). 

 

Reporter: Rosa Maria Gustaf, Laily Mukaromah 

Editor:  Nafadila Avril Ervian Then

 

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Advertorial