Oleh: Dian Erviana
Ku lihat manusia mentertawakan kawannya
Para babi mengendus kegirangan
Tikus-tikus selokan lari berhamburan
Gang-gang sempit penuh sesak penggila dunia
Di antara mereka menangis sedu sedan
Sedang lainnya mesam-mesem bahagia
Dunia indah kawan, mereka berteriak, menjerit dan terdiam
Manusia itu bagaimana
Kesana kemari yang dicari pengakuan
Kembali ke desa yang digali eksistensi
Berputar arah yang diperebutkan jabatan
Lihat, pemulung itu
Dia tertawa membaca headline surat kabar
Sudah lima tahun yang lalu,
Koran bekas tak terawat
Tumpukan sampah
Sampai sekarang masih tetap jadi sampah
Lihat polemiknya tetap sama
Jabatan
Loh mbok aku di
beri jabatan
Koordinator pemulung begitu, dia terkekeh.
Dunia tertawa

*Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan 2014