Ilustrasi Puisi "Setara dalam Lara" [BP2M/Dika Rama Prasetyo]

Oleh: Alvina Briantiningsih*

 

Tuan Tak Bernama

Tengah kuusahakan Tuan

Agar namamu abadi dalam waktu

Agar mereka tau kau hidup

Di suatu masa yang kan berlalu

 

Kan kuceritakan pada kawan sanak saudara

Pada lukisan dan hantu sudut kamar

Tuan tak bernama di persimpangan jalan

Mengajak nasib dan waktu bermain dadu

 

Langitkan sajak doa untukku Tuan

Jika kelak Tuhan berkehendak

Suatu hari namamu kan terungkap

Ketika aku dan kau berpisah di ujung jalan

 

Harga Mahal

Aku tlah membayar mahal

Untuk cintaku padamu 

Pupus dalam satu malam

Oleh puan dalam kalbumu

 

Cintaku tak bersambut

Kau pilih puan dibalik kabut

Dan aku tinggal sendiri

Dalam duka lara tak bertepi

 

Hantu 

Kau senandungkan lagu syahdu di telinga

Saban jarum jam terhenti di angka dua

Wajahmu setia terngiang

Kala kutatap kamera di sudut ruang

Malam bertopeng jadi siang

Siang menyamar jadi malam

Entah berapa hari kuperangi

Menyanyikan seribu elegi

Merelakan kasihku pergi

 

Setara dalam Lara

Cahayanya tak seagung baskara

Tak pula seindah rembulan

Duka merengkuh takdirnya

Dusta melilit erat lidahnya

 

Cintanya pupus di tangan Tuhan

Pahlawannya tlah berpulang

Tak ada sempurna dalam bayangnya

Layaknya insan yang setara

 

Cahaya dalam ketidaksempurnaan

Menumbuhkan kasih dalam diri yang sepi

Mencari seribu jalan tuk mengobati lara

Menerjang badai dan amukan prahara

 

*Mahasiswi Sastra Indonesia Unnes 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here