Oleh: Reza Imawati
Bidang
pendidikan merupakan aspek yang sangat tepat dalam meningkatan mutu sumber daya
manusia. Semakin bermutu sumber daya manusia suatu negara, output dari negara
tersebut juga semakin baik. 
Indonesia
dengan wilayahnya yang luas beserta keberagamannya sebenarnya sangat
menguntungkan, sekaligus menjadi tantangan sulitnya mencapai mutu pendidikan di
setiap daerah. Cita-cita tersebut belum dapat diwujudkan karena banyak faktor
yang mempengaruhinya.
Faktor-faktor
yang menjadi kendala utama berasal dari sumber daya manusia itu sendiri yaitu
terbatasnya jumlah tenaga pendidik. Sarjana pendidikan enggan jika harus
ditempatkan di luar Jawa dan menjadi tenaga pendidik di daerah-daerah
terpencil. Hal itu tampak dari banyaknya tenaga pendidik di Jawa hingga
banyaknya guru honorer. Sementara di pelosok negeri ini tenaga pendidik berasal
dari sukarelawan.
Rendahnya
kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan juga menjadi hambatan
tersendiri. Dengan kata lain, daerah tersebut masih primitif dan sulit untuk
menerima hal-hal dari luar daerahnya yakni pendidikan. Adat istiadat yang ketat
berimplikasi pada sulitnya mentransformasi nilai-nilai pendidikan pada
masyarakat yang bersangkutan.
Permasalahan-permasalahan
tersebut harus segera diatasi. Era globalisasi memaksa kita untuk bersaing yang
sudah bukan lagi dalam lingkup nasional, namun melampaui lingkup dunia global
yang tak terbatas. Maka, pemerataan pendidikan di Indonesia harus disegerakan.
Dengan pendidikan keunggulan kompetitif bangsa akan dapat tercapai. Indonesia
akan mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk bersaing di kancah dunia.
Demi
mewujudkan pembenahan pendidikan Indonesia, maka beberapa langkah perlu
ditempuh. Upaya kaderisasi tenaga pengajar yang profesional bisa dilakukan
dengan meningkatan kesejahteraan tenaga pengajar. Pendidikan harus
diprioritaskan melalui peningkatan anggaran guna membangun sarana dan prasarana
penunjang. Meskipun dalam anggaran negara, biaya yang dikeluarkan untuk sektor
pendidikan tahun 2016 merupakan yang paling besar dari tahun-tahun sebelumnya
yaitu mencapai 20 persen dari total belanja negara, namun hal itu dirasa masih
terbilang kecil jika dibandingkan dengan negara-negara maju di dunia seperti
Amerika Serikat, Jerman, Jepang, dan Singapura.
Sosialisasi
program wajib belajar dan pentingnya pendidikan kepada masyarakat meyakinkan
masyarakat betapa pentingnya meningkatkan sumber daya manusia melalui
pendidikan. Dengan langkah-langkah demikian diharapkan segenap masyarakat
Indonesia akan dapat merasakan manfaat pendidikan yang sebenarnya pada
penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan. Melalui pendidikanlah investasi
sumber daya manusia dapat benar-benar terwujudkan.

*Mahasiswa Pendidikan Ekonomi 2016