Modus penipuan dengan janji palsu
mengatasnamakan birokrat kembali muncul. Rini, mahasiswa Jurusan Pendidikan
Ekonomi menyatakan mendapatkan telepon, Senin (24/2) dari seseorang yang
“mengaku” Rektor Universitas Negeri Semarang.

Dia diberitahu sebagai mahasiswa yang terpilih menjadi
perwakilan dari Fakultas Ekonomi. “Saya diminta mendampingi Pembantu Dekan
Bidang Kemahasiswaan dalam acara Pelatihan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
serta workshop kewirausahaan yang diselenggarakan bulan depan oleh Dikti di Hotel
Borobudur, Jakarta,” paparnya.

Usai mendapat telepon, ia diminta segera
mengkonfirmasi kesediaannya. “Awalnya saya tidak percaya dan menanyakan kebenarannya,”
katanya. Penelpon menyampaikan
kekecewaan atas ketidakpercayaan Rini. Rini merasa
takut atas pernyataan tadi, apalagi
berhubungan dengan rektorat. Dia segera meminta maaf dan
menyatakan bersedia. Tetapi, ia harus memiliki rekening ATM dengan jumlah saldo
di atas 1,5 juta. “Tentu saja saya yakin bahwa ini penipuan, apalagi
berhubungan saldo ATM. Ada sedikit hal aneh ketika ia terus mengulang-ulang
kata untuk meyakinkan. Saya pikir ini seperti hipnotis,” terangnya. (Nida)