Salah
satu fakultas yang identik dengan meneliti dan sifatnya praksis adalah Fakultas
Teknik. Engineering Research Club
(EneR-C) merupakan organisasi keilmiahan Fakultas Teknik Unnes yang sampai
sekarang terus berusaha mengukuhkan budaya meneliti.
Ketua Departemen Reasearch
and Technology
Didik Prasetyo mengatakan bahwa program kerja yang disusun
di EneR-C bertujuan untuk meningkatkan minat meneliti di kalangan mahasiswa.
“Karya ilmiah yang basisnya dari meneliti telah banyak ditulis oleh anggota EneR-C. Salah satu yang membanggakan
adalah milik Syaian Nur Fajri. Ia mengirim karya ilmiah mengenai cagar budaya
ke Swedia dan lolos. Syaian diundang untuk mempresentasikannya di Swedia,
tetapi urung berangkat karena proposal pengajuan biaya yang diajukan ke Unnes
ditolak,” paparnya.

Terkait
budaya meneliti dan menulis, sebenarnya Unnes mampu bersaing baik di kancah
nasional maupun internasional. “Tahun 2014 lalu, Unnes menempati peringkat
ketiga se-Indonesia untuk jumlah penerima PKM terbanyak,” lanjut Didik. Itu
membuktikan bahwa mahasiswa Unnes gemar menulis dan meneliti. Oleh karenanya,
iklim yang sudah bagus tersebut harus diimbangi dengan dukungan di berbagai
pihak. “Peran lembaga keilmiahan adalah menjembatani mereka yang mempunyai
ide,” jelasnya. Ika, Reshita, Yuni