Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Haryono, ketika ditemui
di ruang kerjanya menyatakan impiannya untuk membuat perpustakaan fakultas. Meski baru sebatas impian, tapi ia
yakin mampu mewujudkannya.
Perpustakaan sendiri
berfungsi sebagai perwujudan dari upaya meningkatkan budaya akademik di Unnes, khususnya dalam hal budaya
membaca. Untuk itu,
Haryono ingin selalu memperbaiki sistemnya agar terus menunjukkan peningkatan
yang baik.
Sebelumnya, Haryono
sempat mengutarakan jumlah anggaran
yang dikeluarkan fakultas
untuk perpustakaan. “FIP selalu kami upayakan memperoleh anggaran untuk
pengadaan buku minimal 15 juta tiap jurusan per tahun, bahkan pernah sampai
25 juta,” terangnya, Selasa  (15/04).
 “Saat ini, memang pengelolaan perpustakaan di FIP diserahkan kepada masing-masing jurusan.
Namun, suatu saat nanti perpustakaan-perpustakaan di setiap jurusan itu akan digabungkan menjadi satu. Dalam
artian dikelola dalam satu manajemen. Karena keterbatasan khususnya dalam hal
tempat, mimpi tersebut belum dapat direalisasikan saat ini,” katanya.
Meskipun dalam satu
manajemen dan satu tempat, akan ada bagian masing-masing untuk setiap jurusan.
“Tujuannya adalah
agar mahasiswa tidak hanya bisa membaca dan meminjam buku-buku yang sesuai
prodinya. Namun, juga prodi lain,” ujarnya. Secara kelembagaan, menurut Haryono, fakultas
tidak berwenang membangun secara fisik, sehingga hanya bisa menunggu.
Mendengar kabar ini
mahasiswa cukup antusias menyambutnya. Rina Desika, mahasiswi Psikologi
semester 2 menyambut
baik impian tersebut.
“Saya 75% setuju karena kita bisa meminjam buku dari jurusan lain. Selain itu, kita bisa berinteraksi dengan
mahasiswa dari jurusan lain, sehingga bisa nambah teman juga. Apalagi
jurusan-jurusan di FIP kan saling berhubungan,” papar Rina.
Amirul Machfud
Kurnianto, mahasiswa Bimbingan dan Konseling semester 4, berharap jumlah buku harus
ditambah. “Jika
itu benar terealisasi,
maka koleksi buku-buku harus ditambah. Sistematika dan pengorganisasiannya
harus jelas, serta
pelayanannya harus tetap prima,”
terangnya. Rena