Proses
pencapaian cita-cita atau harapan tidaklah semudah membalikkan tangan. Banyak
usaha, mulai dari waktu dan tenaga serta fikiran untuk memperoleh cita-cita.
Demikian pula yang dialami oleh Novela Purwitojati Mahasiswa Bahasa Jepang Semester
. Ia mengungkapkan, sudah berulangkali mendaftarkan dirinya untuk Kontes Pidato
Bahasa Jepang se-Jawa Tengah yang diselenggarakan di Fakultas FBS Unnes. Namun
baru kali ini,  dia mampu mewujudkan
mimpinya dapat berdiri didepan para juri dan menyampaikan pidatonya berjudul
Belajar Tidak Hanya Didalam Kelas,“ dari semester 2 saya sudah bermimpi bisa
berdiri di panggung itu, dan ini adalah perwujudan mimpiku dari dulu.” Ungkap  Novella, Minggu (11/05).
Lomba
pidato Bahasa Jepang se-Jawa Tengah  yang
diikuti oleh 13 peserta dari universitas dan Lembaga Pelatihan Kerja  (LPK). 
Juri dalam lomba tersebut adalah 
Ketua Perkumpulan Orang Jepang Se-Jateng, Horita Kazutaka dan Ahli
Bahasa Jepang yang Bertugas di Pasca Sarjana UPI, Mikami Kyouko, serta Ahli
Bahasa Jepang yang Bertugas Se-Jateng DIY,  Touda Aiko.
Menurut
Panitia Acara Dian Rositasari acara Lomba Pidato Bahasa Jepang  bertema Owaranai
Fantajii
ini merupakan serangkaian kegiatan pada Festival Budaya Jepang
yang telah dimulai pada awal Mei lalu. “Serangakaian acara festival Bahasa
Jepang sudah diselenggrakan beberapa waktu lalu, salah satunya LCC tingkat SMA
se- Jawa tengah” terangnya. (Nida)