“Pintu Doraemon” belakang FE terlihat sesak dipenuhi mahasiswa saat kuliah perdana (2/3) [Dok. Siska]

BP2M – Hari pertama kuliah
semester genap tahun 2015, Senin (2/3) kembali mengawali aktivitas mahasiswa
Unnes di kampus.

Bagi mahasiswa Unnes budaya
berjalan kaki sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Selain menyehatkan hal ini
juga memang diterapkan sebagai salah satu upaya merealisasikan konservasi.
Pintu kecil yang sering dilewati
oleh mahasiswa dari tiga fakultas yakni Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial,
dan Fakultas Hukum yang dinamai “pintu doraemon” oleh banyak mahasiswa tak
pernah sepi untuk dilalui. Puncaknya sering terjadi pada pertemuan arus antara
mahasiswa yang hendak masuk ke kampus dan yang hendak pulang ke indekos.
Bukan tanpa alasan mereka lebih
memilih mengantre panjang untuk dapat melewati “pintu doraemon”, kondisi ini
terjadi lantaran jarak tempuh yang lebih dekat dibandingkan harus melewati
jalan utama yang lebih jauh.
Sudah banyak keluhan yang
dilontarkan baik dari mahasiswa FIS, FE, maupun FH yang setiap harinya melewati
pintu doraemon. Hanya saja belum ada tindak lanjut yang berarti dari pihak
terkait. Proses perbaikan hanya terjadi pada peninggian tembok pembatas.
“Pintu doraemon terlalu sesak
untuk dilewati mahasiswa dari tiga fakultas, seharusnya perbaikan tidak hanya
pada tinggi tembok pembatas tetapi juga dibuat agar lebih lebar”, tutur
Anggraeni Ulistianingsih mahasiswi Fakultas Ekonomi 2013 (2/3).

Anggraeni berharap pihak terkait
sesegera mungkin untuk melakukan perbaikan. Hal ini disebabkan sering terjadi
kelumpuhan arus di pintu doraemon yang tak hanya terjadi musiman, namun setiap
hari. (Siska Apriliana)