Pernyataan
demikian disampaikan saat pelantikan Ketua DPM, MPM, dan UKM Universitas Negeri
Semarang,  Jumat (29/01). Permasalahan
Presiden Mahasiswa (Presma) yang tidak kunjung selesai.

Kasus yang terjadi di Badan Eksekutif Mahasiswa
menjadi tanggung jawab Wakil Rektor (WR) 3 dan timnya serta mahasiswa yang berkepentingan. Dari
kasus ini mahasiswa diharapkan dapat belajar lebih mengenai hukum dan keadilan.
“Tidak ada presiden mahasiswa di Unnes pun semua
birokrasi tetap jalan. Jika tidak kunjung selesai, bisa jadi DPM dan MPM
merangkap jabatan jadi presiden,” ungkap Fathur Rokhman, Rektor Unnes diikuti
sorak setuju peserta. Unnes akan tidak jalan jika tidak ada mahasiswa
didalamnya.
Ungkapan Rektor Unnes yang demikian tidak dianggap
serius oleh Ketua DPM terpilih Unnes, Budi Purwanto menganggap bahwa ini adalah
bercanda.“Pak Rektor sedang bercanda, tidak mungkin lah kita sebagai legislatif
merangkap ke eksekutif,“ kata Budi Purwanto.
Tidak akan ikut campur untuk permasalahan ini, semua
masih tanggungjawab tahun sebelumnya jadi hanya mengawasi dan memberi masukan
saja. Dan lebih memilih memikirkan masa depan, tambah Budi.
Budi optimis bahwa WR3 pasti dapat menyelesaikan
permasalahan ini. Begitu pun dengan Rektor Unnes bahwa akan segera selesai dan
semua pihak menerima dengan ikhlas.
Hal pertama yang dikedepankan mahasiswa adalah
prestasi akademik seperti, skripsi tepat waktu dan mendapatkan IPK minimal 3.
Sedangkan untuk kegiatan yang lain sebagai penggerak otak kanan mahasiswa. (Baca : Birokrasi Akan Tindak Lanjuti Pemira)
“Mahasiswa adalah perjalanan yang masih kecil, maka
janganlah dikeluhkesahkan mengenai permasalahan yang terjadi. Mahasiswa Unnes
harus menjaga prestasinya itu yang terpenting,“ kata Fathur. (Nida Usanah)