gambar diambil dari niatsholat.com

Sabtu (19/8) nanti Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan menunaikan hajat besarnya. Seluruh calon mahasiswa baru Unnes dikumpulkan dalam Program Pengenalan Akademik Kemahasiswaan (PPAK) yang sudah diawali sejak dua tahun lalu.

Berawal di tahun 2015, program tersebut bernama Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) di tingkat universitas dan PPA di tingkat fakultas.

Tahun berikutnya di 2016, berubah nama menjadi PPAK universitas dan diselaraskan juga dengan seluruh fakultas menjadi PPAK fakultas. Hingga sekarang.

Sejak tahun 2015, agenda ini digawangi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unnes dengan komunikasi yang baik dan penuh semangat permusyawarahan. Karena nama yang digunakan adalah keluarga mahasiswa, maka sudah sepatutnya segala sesuatu dibicarakan bersama dengan melihat sisi baik dan adil bagi mahasiswa

Setiap tahunnya, hal yang paling saya tunggu dari OSMB ini, eh PPAK, adalah pembuatan paper mob. 

Tahun 2015, paper mob berbentuk logo terbaru Unnes sekaligus launching. Tahun kemarin, 2016 membentuk logo resmi peringatan HUT RI yang angka 71 itu lho.

Meskipun saya bukan komponen dari BEM KM ataupun panitia, kadang saya sempatkan untuk datang melihat proses pembuatan paper mob, betapa militannya saya. Wohooo.

Namun, tahun 2017 ini saya tak lagi menunggu paper mob. Ada yang jauh lebih penting dari sekadar calon mahasiswa baru mengangkat tinggi-tinggi kertas berwarna. Yap!

Saya menunggu gerakan salat subuh berjamaah. Ah, saya jadi ingat cerita tentang mobilisasi masa untuk kepentingan politik melalui masjid-masjid. Tapi, saya percaya ini beda. Sekali lagi tentu beda, semoga.

Saya kurang tahu siapa yang mempunyai ide awal gerakan salat subuh berjamaah ini, akan tetapi di lubuk hati saya yang terdalam, saya sangat mendukungnya.

Butuh pencerahan? Eh penjelasan.

Begini, salat merupakan salah satu kewajiban dari salah satu agama yang legal di Indonesia. Agenda salat subuh berjamaah membuktikan bahwa BEM KM tidak lagi sekadar mengurusi advokasi dan urusan kemahasiswaan, tetapi juga sudah merambat mengurusi urusanmu dengan Tuhanmu.

Lihatlah!

Kampus yang berplat kopyah (re : UIN, IAIN, STAIN) saja belum tentu menyuruh calon mahasiswa barunya untuk salat subuh berjamaah. Sedangkan, kampus kita yang berplat merah ini sudah mau mengurusi salatmu, betapa majunya kampus kita.

Ini murni kemajuan yang harus kita dukung dari hati terdalam. Maka atas dasar itulah, dengan ini saya menyatakan sikap untuk mendukung agenda salat subuh berjamaah dalam hajat tahunan, PPAK universitas.

Kalau perlu nanti saya ikut salat berjamaah, bolehkan? atau mengapa tidak sekalian ada lari pagi berjamaah? toh arti berjamaah itu bersama-sama, pasti baguslah diterapin juga.

Sebagai penutup, bersama ini pula saya menyatakan bela sungkawa terhadap Lembaga Dakwah Kampus yang ranahnya dalam mengurusi umat mulai diambil alih oleh BEM KM. Yang sabar ya, Mas Akhi dan Dik Ukhti. Atau jangan-jangan ini agenda Lembaga Dakwah Kampus yang dititipkan ke dalam PPAK? hadeh, maaf saya ngga punya pemikiran sampai situ. Terlepas mau agenda siapa, saya ucapkan sukses ya salatnya. Jangan lupa tumakninah, okee.

Faro Sabani
Pegiat Sholat Lima Waktu