Ilustrasi Pemira Unnes 2021. [BP2M/Gallah]

Pemira (Pemilihan Umum Raya) Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang akan dilaksanakan pada 15 Desember 2020. Untuk memetakan persebaran kekuatan politik masing-masing calon, tim penelitian dan pengembangan BP2M Unnes mengadakan survei elektabilitas para calon Presiden Mahasiswa (Presma) dan Calon Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Unnes 2021.

Survei ini hadir untuk mendapatkan data dan informasi tentang peta kekuatan dan dukungan masing-masing calon Presma dan Wapresma serta perilaku pemilih (voter behavior) yang dapat memotret popularitas dan elektabilitas para calon. Dilakukan dengan cara membagikan formulir online, disebar dalam kurun waktu 5 hari, dari tanggal 5 Desember sampai 10 Desember 2020.

Terdapat 409 responden yang tersebar di 8 fakultas yang ada di Unnes dengan sebaran  angkatan 2015-2020. Metode yang digunakan adalah simple random sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dari anggota populasi dengan cara acak tanpa harus memperhatikan strata yang ada di dalam populasi tersebut (Sugiyono, 2001:57).

Sampel yang terambil adalah sebagai berikut.

  1. Mahasiswa FMIPA : 54 orang responden
  2. Mahasiswa FBS : 106 orang responden
  3. Mahasiswa FIS : 75 orang responden
  4. Mahasiswa FE : 21 orang responden
  5. Mahasiswa FIP : 35 orang responden
  6. Mahasiswa FIK : 16 orang responden
  7. Mahasiswa FT : 54 orang responden
  8. Mahasiswa FH : 48 orang responden

Jumlah mahasiswa aktif di Unnes tahun 2020 adalah 39.345 orang sehingga ukuran sampel menjadi 396 orang dengan tingkat kepercayaan 94% dan Margin of Error sebesar 5%. Survei ini telah diisi oleh mahasiswa dari angkatan 2020 sebesar 32,5%, angkatan 2019 sebesar 26,2%, angkatan 2018 sebesar 24%, angkatan 2017 sebesar 15,2%, angkatan 2016 sebesar 1,5%, angkatan 2015 sebesar 0,2%, dan 0,4% tidak menyebutkan berasal dari angkatan berapa.

Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan oleh tim penelitian dan pengembangan BP2M Unnes, dapat dilihat bahwa tingkat partisipasi mahasiswa Unnes untuk mengikuti Pemira 15 Desember mendatang akan cukup tinggi, dengan angka tingkat partisipasi sebanyak 93,6%, dan dengan tingkat golput sebesar 6,4%.

Berdasarkan data yang didapatkan, pasangan Wahyu Suryono P. dan Franscollyn Mandalika menjadi pasangan yang paling banyak dipilih, dengan mendapatkan 45,5%, disusul oleh pasangan Nanda Pramudia F. dan Fifit Fitriani yang mendapatkan 32,8%, dan terakhir pasangan Tahriq Falahudin A, dan Nur Qoidah yang mendapatkan 21,8%.

Tingkat Pengetahuan atas Calon Presma dan Wapresma

Berdasarkan data yang didapatkan tim, tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap calon tertinggi diperoleh oleh Franscollyn sebesar 54%, sedangkan Wahyu sebesar 47,4%.

Sedangkan tingkat pengetahuan mahasiswa atas calon, Nanda Pramudia sebesar 47,9% dan wakilnya, Fifit sebesar 42,8%.

Sementara itu, menurut data yang diperoleh, pengetahuan mahasiswa terhadap Thariq sebesar 31,8% dan terhadap Qoi sebesar 33%

Pemetaan Politik Berdasarkan Fakultas

Unggul dalam perolehan suara terbanyak di survei ini, pasangan Wahyu dan Collyn, paling banyak memiliki pendukung di Fakultas Bahasa dan Seni sebesar 23,1% , lalu di Fakultas Ilmu Sosial sebesar 21,5%.

Berbeda dengan Wahyu dan Collyn, pasangan Nanda dan Fifit, menurut data yang telah di dapatkan memiliki banyak pendukung di Fakultas Teknik sebesar 26,9%, lalu di Fakultas Bahasa dan Seni sebesar 20,9%.

Sedangkan, pasangan Thariq dan Qoi menurut data yang didapat, memiliki banyak pendukung di Fakultas Bahasa dan Seni sebesar 39,3%, lalu di Fakultas Matematika dan IPA dan Fakultas Teknik sebesar 14,6%.

Alasan Memilih dan Tingkat Keyakinan Terwujudnya Visi Misi Paslon

Setiap pemilih akan memiliki alasan atau pertimbangan kriteria dalam memilih.  Alasan atau pertimbangan utama seseorang memilih calon tersebut menjadi Presma dan Wapresma ialah berdasarkan kinerja dan pengalaman, kualitas dan kompetensi, dan karakter personal. Hal ini diperkuat dengan data survei, 31,8% responden memilih karena kinerja dan pengalaman, 19,8% responden memilih karena kualitas dan kompetensi, dan 18,6% responden memilih karena karakter personal.

 

Mahasiswa Unnes cukup yakin bahwa Presma dan Wapresma terpilih akan sanggup merubah kondisi kampus menjadi lebih baik sesuai dengan visi dan misi yang diusung oleh masing-masing calon terpilih. Terbukti dengan 59,4% respoden menyatakan cukup yakin, 29,3% menyatakan sangat yakin dan hanya 11,2% yang menyatakan tidak yakin sama sekali.

Hasil survei ini bukan penentu dari hasil akhir Pemira, melainkan sebagai gambaran untuk melihat tingkat keterpilihan Presma dan Wapresma Unnes 2021. Survei ini ada bukan untuk memengaruhi opini publik, karena tujuannya hanya menyimpulkan persepsi mahasiswa mengenai popularitas dan elektabilitas para calon.

 

Tim Redaksi Linikampus dan Litbang BP2M

 

Tinggalkan Balasan