Ketua
senat Unnes Samsudin berencana mengklarifikasi persetujuannya dalam Trituma
(Tiga Tuntutan Mahasiswa). Trituma adalah tuntutan dari FEM (Forum Eksekutif
Mahasiswa) menanggapi ketidakjelasan jadwal pemilihan rektor Unnes 2014 yang
telah diberitakan sebelumnya.
Ditemui
Jumat (13/6) seusai rapat pleno Senat, Samsudin mengungkapkan alasannya ingin
mencabut persetujuannya dalam Trituma. Dalam rapat tersebut, pihak Senat menilai
FEM terlalu berani mengeluarkan pernyataan akan mengambil alih tugas Senat dalam
menjalankan pemilihan rektor Unnes 2014.“Mungkin ini karena saking semangatnya
mereka dalam mengawal pemilihan rektor Unnes 2014,” ucap Samsudin.
Samsudin
mengungkapkan, agenda pemilihan rektor bukannya mandeg atau tidak jalan. Hanya saja, ada perbedaan pendapat dalam
internal Senat yang membuat agenda pemilihan rektor menjadi sedikit tertunda.
Celakanya,
Samsudin sudah terlanjur menandatangani Trituma pada Kamis (12/6). Bila pada 9
Juli Senat belum juga bisa menuntaskan agenda pemilihan rektor, FEM akan
membuat tindakan seperti yang telah disepakati dan tertulis dalam Trituma.
“Kami
pihak Senat juga tidak bisa memberi jaminan. Semuanya masih kami komunikasikan
dulu dengan Kemendikbud. Tapi bila lancar, Insyaallah awal Juli sudah
selesai,” ungkap Samsudin. Aziz