Para mahasiswa pecinta alam se-Jawa Tengah lakukan penanaman bakau di sekitar pemukiman warga tambakrejo [Dok.BP2M/Wiyar]

Minggu (06/06), dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) melakukan aksi penanaman bibit mangrove. Mengusung tema “Cegah Maleh Dadi Segoro”, aksi ini diselenggarakan di Kampung Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara.

Penanaman bibit mangrove dimulai pada pukul 15.30 WIB. Kegiatan ini diinisiasi oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah diikuti oleh 16 organisasi yang terdiri dari elemen mahasiswa dan masyarakat se-Jateng.

“Untuk lokasi penanaman sebenarnya kita ada dua, yaitu di Kampung Tambakrejo, Semarang, dan yang kedua berada di Desa Pedono, Sayung, Demak pada tanggal 9 Juni nanti,” kata Asyrof, anggota WALHI Jateng. “yang 500 di Tambakrejo, 500 sisanya di Sayung,” lanjutnya.

16 organisasi yang terdiri dari elemen mahasiswa dan masyarakat se-Jateng berfoto bersama usai menanam bakau. [Dok.BP2M/Wiyar]

Selain itu, ia menuturkan bahwa kegiatan hari ini merupakan serangkaian acara yang diselenggarakan oleh GERAM mulai dari pameran perusakan lingkungan, diskusi webinar, hingga nonton bareng.

Penanaman tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk mencegah tenggelamnya sebagaian pesisir Semarang-Demak sebagai dampak dari tanah aluvial yang lunak, pengembangan pelabuhan yang mengakibatkan longsor di bawah permukaan laut, ekstrasi air tanah, dan proyek pembangunan yang mengikis hutan mangrove.

Kegiatan ini juga mendapatkan tanggapan positif dari warga setempat. Mereka turut berpartisipasi dalam kegiatan dan akan merawat bibit mangrove yang ditanam.

“Warga turut senang dengan adanya kegiatan ini, kami turut merawat dan mengawasi (bibit  mangrove),” kata Abdullah, salah satu warga Tambakrejo.

 

Reporter: Wiyar & Tikah

Editor: Niamah

Tinggalkan Balasan